Read Time:2 Minute, 5 Second

Penurunan posisi start di antara Grand Prix Belgia dan Italia selalu menjadi topik pembahasan utama. Para skuad memanfaatkan peluang menyalip yang dihadirkan kedua sirkuit, sembari menggunakan power unit baru.

Setidaknya ada sembilan pembalap yang dikenai penalti grid dalam balapan di Monza akhir pekan lalu. Mulai dari penggantian komponen mesin, girboks, kontrol elektronik, hingga karena sudah menerima banyak teguran.

Tetapi, yang menjadi masalah adalah ketidakpastian saat menunggu final starting grid selama hampir empat jam setelah kualifikasi. Memunculkan anggapan FIA kebingungan dalam menyusun posisi start pembalap.

Situasi ini lalu mendorong seruan untuk memikirkan kembali secara menyeluruh, tentang apakah F1 membutuhkan sistem yang lebih baik ketimbang penalti grid bagi tim-tim yang memutuskan lakukan perubahan power unit.

Namun demikian, Wolff melihat bahwa sejauh ini belum ada solusi alternatif perihal hukuman penurunan posisi start.

“Kita harus mengingatkan diri kita sendiri mengapa kita memiliki itu (penalti grid). Dalam hal sasis, kami dibatasi biaya, sebelumnya tidak. Pada sisi mesin, belum ada pembatasan biaya,” kata Wolff.

“Jika tidak ada penalti grid, kami akan memiliki mesin yang memenuhi syarat. Dan bukan lima dari mereka, tapi 20! Tim besar dan OEM akan menghabiskan apa yang mereka inginkan untuk mendapatkan keuntungan.

“Makanya perlu ada faktor tertentu untuk membatasi dan menghindarinya. Jadi dari sinilah asalnya sekarang. Tapi apakah sudah terlalu rumit? Tentunya.”

Setidaknya ada sembilan pembalap Formula 1 yang dikenai penalti grid di Grand Prix Italia 2022
Menanggapi usulan penalti grid digantikan dengan pengurangan poin konstruktor, pria asal Austria itu justru bersikap spektis.

Jika tim mulai kehilangan poin, maka itu akan membuka pintu bagi mereka untuk mengorbankan gelar konstruktor sepenuhnya, demi mendapatkan mesin yang lebih kuat di setiap balapan untuk mendukung pembalap mereka jadi juara dunia.

“Negatifnya adalah titel pembalap dianggap salah satu yang diperhitungkan, dan Anda hanya membuang mesin ke mobil, mengambil banyak pengurangan konstruktor, tetapi memenangi kejuaraan dengan pembalap karena dia punya power unit baru di setiap balapan,” tuturnya.

Wolff lalu mempertanyakan, apakah perubahan yang terpaksa dilakukan tim tahun ini sudah cukup untuk menimbulkan beberapa perdebatan, tentang batas tiga komponen utama per pembalap saat ini.

Walau begitu, dia mengatakan bahwa berapa pun jumlah yang diberikan, skuad akan selalu mengupayakan segalanya untuk mencoba memaksimalkan peluang demi performa kompetitif.

“Saya kira kami perlu mempertimbangkan kembali ketika pembatasan mesin diberlakukan, dan kemudian semua (penalti grid yang berlebihan) hilang. Tapi tetap saja, kami tidak ingin ada perlombaan senjata,” ucapnya.

“Kebebasan apa pun yang Anda berikan kepada kami, kami akan melakukannya dan kami akan melakukannya lebih strategis karena hanya (turun) lima atau 10 posisi.

“Kami akan meledakkan mesin setiap balapan karena itu akan membuat (mobil) lebih cepat 0,3 detik dari sebelumnya. Jadi, perlu ada pencegah tertentu.”

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published.