Read Time:2 Minute, 0 Second
 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk telah mendorong 40.000 nasabah UMKM mengekspor produk per Juni 2022. Capaian tersebut meningkat 60 persen dibandingkan Juni 2021.

Adapun produk yang diekspor berupa produk olahan makanan dan minuman, kerajinan tangan, dan olahan makanan laut.

Direktur Bisnis UMKM BNI Muhammad Iqbal mengatakan, nilai ekspor nasabah UMKM tersebut mengalami kenaikan dari Rp 14 triliun menjadi Rp 22 triliun.

“Artinya, barang yang diproduksi oleh UMKM binaan BNI jauh lebih dihargai pasar,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (4/8/2022).

Menurutnya, capaian ini berkat program BNI Xpora yang memberikan pendampingan berkelanjutan agar para pelaku UMKM terbiasa melakukan ekspor.

Lewat program BNI Xpora yang baru diluncurkan pada tahun lalu ini, BNI dapat memboyong berbagai produk UMKM ke berbagai pasar global melalui diaspora.

Dia mencontohkan salah satu UMKM pembudidaya tanaman hias, berhasil mendapatkan kontrak ekspor senilai Rp 1 triliun per tahun untuk tujuan Eropa.

Ada juga kelompok ibu-ibu asal Jawa Barat yang memproduksi kerupuk berhasil menarik perhatian salah seorang Diaspora di Hong Kong. Meski masih dalam kapasitas kecil, produk ini telah di pasarkan di pasar Hong Kong hingga China.

BI apresiasi BNI

Bank Indonesia (BI) pun mengapresiasi langkah BNI ini karena membantu dalam hal peningkatan cadangan devisa negara.

Direktur Eksekutif, Kepala Departemen Pengembangan UMKM dan Perlindungan Konsumen BI Yunita Resmi Sari mengatakan, langkah BNI tersebut membantu BI dalam meningkatkan cadangan devisa untuk mendukung kestabilan ekonomi dalam negeri.

“Dalam hal ini Bank Indonesia mengapresiasi langkah BNI melalui BNI Xpora untuk mendorong UMKM Lokal Indonesia dapat tembus ke pasar luar negeri,” ucap Yunita.

Yunita menyampaikan, segmen usaha mikro dan kecil terus menunjukkan geliat pertumbuhan yang positif.

Berdasarkan survei BI, sebanyak 63,6 persen dari jumlah UMKM sudah mengalami peningkatan omzet dibandingkan tahun lalu. Bahkan, 43 persen dari total tersebut mengalami peningkatan omzet untuk ekspor.

“Menariknya, kredit ekspor kita meningkat 107 persen dibandingkan tahun sebelumnya, pertumbuhannya hampir 100 juta dollar AS. Bila kredit meningkat, maka terjadi peningkatan permintaan, kinerja dan peningkatan kapasitas UMKM,” jelasnya.

Guna mendorong UMKM melakukan ekspor, bank sentral menggunakan strategi pulls and push.

Dari sisi pull, BI memanfaatkan tujuh kantor perwakilan luar negeri untuk bertugas identifikasi pasar, persyaratan, dan kualifikasi yang dibutuhkan. Sebab, setiap negara memiliki ketentuan yang berbeda satu sama lain.

“Sisi push-nya, kita siapkan UKM untuk kita persiapkan untuk bisa masuk ke pasar dengan memenuhi apa saja yang dibutuhkan oleh pasar, tingkatkan kapasitas, dan persyaratan. Sehingga bisa penuhi 3K yakni kualitas, kuantitas, dan kapasitas,” ujar dia.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published.