Tahun Depan Bangun Pabrik Mesin, Prabowo Sebut Maung Bakal Lebih Murah

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mengungkap harga kendaraan taktis ringan (rantis) Maung buatan Pindad lebih mahal dari jip militer sejenis buatan luar negeri. Namun dia mengatakan hal itu akan berubah tahun depan seiring penambahan komponen lokal.

Prabowo saat berbicara di acara Sarasehan 100 Ekonom 2023 yang disiarkan online oleh INDEF di Youtube pada Rabu (8/11) mengatakan saat ini kandungan komponen lokal Maung 73 persen.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Produksi Maung disebut sudah melibatkan kurang lebih 133 perusahaan lokal. Mereka dikatakan penyedia komponen seperti kabel dan jok.

“Ke depan bisa lebih murah, akan lebih murah. Dan mungkin tahun depan kita akan bikin untuk pertama kali dalam sejarah Indonesia pabrik mesin di Indonesia,” ujar Prabowo.

“Nanti ini kontennya akan 92 persen,” ungkap dia.

Prabowo mengatakan memerintahkan pembuatan Maung atas petunjuk dari Presiden Joko Widodo. Saat ini Maung sudah diproduksi tetapi dia mengungkap harganya masih lebih tinggi ketimbang jip militer negara lain.

“Saya dihadapkan harus memilih, ini ada jip buatan negara lain, harganya 20 ribu dolar. Yang kita bikin sendiri harganya 59 ribu dolar,” ungkap Prabowo.

“Kalau kita lihat efisiensi, kalau kita lihat hitungan bisnis, ya beli yang 20 ribu tapi ini tidak mendorong nation building. ini tidak mendorong Indonesia menuju negara makmur. Ini tidak mendorong Indonesia berdiri di atas kaki kita sendiri. Jadi saya ambil keputusan, bikin. Kasih kontrak yang 60 ribu dolar,” lanjut dia.

Pindad, perusahaan pelat merah khusus persenjataan, pernah mengungkap pada September telah mendapat pesanan 5.000 unit Maung dari Kementerian Pertahanan.

Maung adalah kendaraan militer 4×4 yang didesain menyerupai SUV dengan perlengkapan persenjataan. Pindad juga sudah membuat prototipe Maung versi sipil dan listrik tetapi belum sampai ke tahap produksi.