Read Time:1 Minute, 43 Second

Manfaat Antiperspirant dan Deodoran untuk Mengatasi Bau Badan

TEMPO.COJakarta – Ketua Jurusan Arsitektur dan Perencanaan, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala, Aceh mengeluarkan surat edaran tentang bau badan mahasiswa.  Belakangan surat edaran itu pun ramai dibicarakan di media sosial. Surat itu juga memuat beberapa poin untuk mahasiswa, salah satunya menggunakan antiperspiran atau antiperspirant.

Surat edaran dosen untuk mahasiswa itu memerinci imbauan dan tips untuk mengatasi bau badan. Dalam poin surat itu tidak dianjurkan pemakaian deodoran secara berlebihan, karena dianggap tak mengatasi masalah bau badan.

Perbedaan antiperspirant dan deodoran

Antiperspirant menyetop sementara keringat berlebihan supaya tubuh tidak menjadi tempat berkembang biak bakteri yang menimbulkan bau badan. Berbeda dengan deodoran yang berguna untuk menghilangkan atau menyamarkan bau badan dengan wewangian.

Mengutip Ban Deodorant, antiperspirant sangat cocok digunakan orang yang keringatnya berlebihan. Antiperspirant sebaiknya dioleskan di lipatan tubuh, terkhusus ketiak pada malam. Sedangkan, deodoran cocok digunakan siapa untuk menekan bau badan tak sedap. Berbeda dengan antiperspirant, efek dari deodoran cenderung singkat.

Manfaat antiperspirant dan deodoran

Mengutip Healthline, setidaknya terdapat dua manfaat utama untuk menggunakan antiperspirant dan deodoran untuk mengurangi kelembapan dan bau badan.

1.  Mengurangi kelembapan

Keringat merupakan mekanisme tubuh untuk melepas panas agar tubuh terasa dingin. Salah satu bagian tubuh yang paling banyak mengeluarkan keringat bagian ketiak. Antiperspirant dan deodoran bermanfaat untuk mengurangi kelembapan di bagian lipatan tubuh, sehingga mencegah timbulnya bau badan.

2. Mengurangi bau badan

Keringat berlebih dan kelembapan tak terurus di tubuh menyebabkan bau badan tak sedap yang menyengat. Bau badan ini muncul ketika keringat dari kelenjar apokrin di ketiak terurai oleh bakteri. Antiperspirant dan deodoran berguna mengurangi perkembangan bakteri untuk meminimalisasi bau badan.

Apakah penggunaan antiperspirant ada risikonya?

Mengutip Healthline, formula antiperspirant memiliki kandungan utama aluminium yang secara kimiawi akan mencegah keringat. Namun, belum ditemukan adanya hubungan signifikan antara peningkatan risiko kanker payudara dan antiperspirant. Apalagi mengingat penggunaannya di ketiak yang dekat payudara. Walaupun, masih perlu penelitian lanjutan untuk mempelajari lebih dalam hubungan dua variabel itu.

Menurut American Cancer Society, belum ditemukan hubungan jelas secara saintifik antara kanker dan kandungan aluminium. Sebab, hanya sejumlah kecil aluminium dalam antriperspirant yang terserap ke tubuh.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published.