Read Time:1 Minute, 50 Second

JAKARTA. Minat investor dalam lelang Surat Utang Negara (SUN) Selasa (21/6) menurun. Hal ini terlihat dari jumlah penawaran yang masuk hanya sebesar Rp 35,06 triliun, jauh lebih rendah dibanding lelang SUN dua pekan sebelumnya yang mencapai Rp 43,54 triliun.

Direktur SUN Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Deni Ridwan mengungkapkan, kebijakan agresif The Fed menaikkan suku bunga sebesar 75 bps untuk mengendalikan inflasi telah meningkatkan kekhawatiran ekspektasi resesi AS yang bisa saja terjadi dalam waktu dekat.

Bahkan, Chairman the Fed juga menyampaikan bahwa The Fed akan kembali menaikkan FFR sebesar 50 bps hingga 75 bps pada FOMC meeting bulan Juli. Oleh sebab itu, minat para peserta lelang sedikit mengalami penurunan.

Sementara Ekonom Sucor Sekuritas Ahmad Mikail menilai, turunnya penawaran yang masuk pada lelang SUN kali tidak terlepas dari adanya ekspektasi kenaikan suku bunga acuan oleh Bank Indonesia. Alhasil, pelaku pasar cenderung wait and see dan tidak masuk pada lelang kali ini.

Selain itu, ia menyoroti kenaikan yield yang diminta para peserta pada lelang lelang kali ini. Ahmad menilai hal tersebut merupakan sesuatu yang wajar. Menurutnya, yield tersebut sudah priced-in menyambut ekspektasi kenaikan suku bunga acuan BI.

“Lagipula di pasar sekunder, yield juga berada di rentang tersebut. Jadi masih kompetitif karena mencerminkan pasar sekunder,” katanya ketika dihubungi Kontan.co.id, Selasa (21/6).

Adapun yield rata-rata tertimbang yang dimenangkan pada lelang kali ini memang mengalami kenaikan dibandingkan lelang dua pekan sebelumnya. Kenaikan terjadi di seluruh tenor, tapi kenaikan yang signifikan terjadi pada seri FR0090 dan FR0091. Tercatat, yield untuk FR0090 naik sebesar 57 bps dan FR0091 naik sebesar 47 bps.

Walaupun terjadi kekhawatiran akan adanya resesi ekonomi AS yang juga tercermin dari terjadinya inverted yield pada US Treasury, Ahmad menilai dampaknya terhadap SBN Indonesia ke depan relatif terbatas.

“Dampaknya ke pasar SBN mungkin akan membuat yield kembali bergerak melemah seiring terjadinya resesi di AS,” imbuhnya.

Pada lelang hari ini, seri benchmark dengan tenor 5 dan 10 tahun kembali mendominasi demand, yang mencapai 73,81% dari total penawaran masuk. Selain itupenawaran masuk terbesar masih pada tenor 10 tahun yaitu sebesar Rp17,88 triliun atau 50,99% dari total penawaran masuk.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published.