Read Time:1 Minute, 14 Second

 BEIJING – Tiga belas orang yang hilang di Gunung Changshan, Provinsi Yunnan, China, sejak Kamis (12/5) diyakini sebagai tim pencari pesawat angkut militer yang jatuh pada masa Perang Dunia II.

Dua tim pencari sejak Sabtu pagi dikerahkan ke obyek wisata alam terpopuler di Kota Dali, Provinsi Yunnan, wilayah barat daya China itu.

Sebelumnya diberitakan ke-13 orang tersebut melakukan pendakian tanpa izin dari otoritas setempat dengan melewati pos tanpa penjagaan.

Hingga kini, tujuh orang dari mereka sudah berhasil dihubungi oleh tim pencari, sedangkan enam lainnya belum diketahui nasibnya.

Seorang pemandu wisata lokal dan anggota organisasi penyelamat sipil menemani perjalanan mereka.

Di antara pendaki yang hilang itu terdapat nama Sun Chunlong, mantan jurnalis dan pemrakarsa acara amal “Veteran Pulang”.

Sun dan teman-temannya mendaki Gunung Changshan untuk mencari pesawat angkut militer yang hilang kontak dan jatuh sekitar 80 tahun lalu.

Pada era Perang Dunia II, ratusan pesawat angkut buatan Amerika Serikat jatuh atau hilang dalam penerbangan dari India ke China melalu ujung timur Pegunungan Himalaya, rute penerbangan berbahaya yang dikenal dengan nama The Hump.

Pesawat-pesawat tersebut mengemban misi mengangkut pasokan bagi tentara Republik China yang tengah berjuang melawan agresi Jepang.

“Kami akan berjalan selama empat hari membawa beban lebih dari 10 kilogram dengan memotong jalan keluar melalui semak-semak. Bagi saya, itu akan menjadi tantangan fisik terbesar dalam hidup saya,” tulis Sun di WeChat Moments pada Senin (9/5) sebelum memasuki hutan.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published.