Read Time:2 Minute, 42 Second

Pembalap Monako tersebut tidak dibebani target podium sejak awal seri Kanada. Ferrari tahu konsekuensi yang dihadapi Leclerc ketika ganti mesin keempat.

Memulai dari grid ke-19, ia kembali ‘dijegal’ timnya sendiri. Pembalap 24 tahun itu tertahan hingga tiga detik di pit karena mekanik sedikit lamban.

Ini adalah salah satu dari sederet masalah yang dialami tim Kuda Jingrak sepanjang akhir pekan kemarin.

“Akhir pekan ini, merupakan salah satu di mana kami dalam situasi bertahan karena start dari belakang dan mesti memangkas perbedaan poin. Kenyataannya, kami mendapat beberapa poin tambahan untuk klasemen konstruktor dan membuktikan bahwa keandalan adalah masalah semua,” kata Binotto dalam Sky Sport F1.

“Itu tidak pernah diberikan, sulit dikelola. Kami tahu punya beberapa problem tapi kami harus tetap berkonsentrasi dan mengatasinya secepat mungkin.”

Mengomentari situasi pit stop Leclerc, insinyur andal Italia tersebut paham dengan frustrasi yang dirasakan pembalapnya itu. Sudah empat putaran, ia tak pernah melangkah ke podium padahal tiga kali meraih pole position.

“Kami tahu bahwa ini merupakan sebuah perlombaan kesabaran bagi Charles. Ada frustrasi untuk siapa pun yang terpaksa start dari belakang dan dalam momen tertentu berharap bisa menyalip, tapi tidak bisa selalu karena rangkaian DRS atau ban habis.

“Dia finis kelima dan saya pikir secara keseluruhan itu adalah hasil yang bagus.”

Ferrari dapat hadiah hiburan dengan Carlos Sainz mempersembahkan peringkat kedua. Pembalap Spanyol tersebut mampu membuat Max Verstappen ketar-ketir usai mengganti ban keras baru saat safety car.

“Kami tidak beruntung dengan Carlos dalam VSC, tapi safety car mengubah situasi. Dengan Charles, saya kira kami tidak seharusnya menunggu untuk berhenti karena saat itu, Lance Stroll memperbaiki pace dan kami ingin mendapat margin berada di depan,” ia melanjutkan.

“Sungguh disayangkan bahwa pit stop tidak bagus. Dengan pit normal, kami akan berada di depan sekelompok mobil dan kami tidak akan merusak bannya pada tahap itu dan mendapat ban lebih baru untuk menyerang di akhir.

“Kami harus melihat lagi pit stop karena sekarang secara sistematis, ada sesuatu di bagian depan yang tidak sempurna.”

Binotto menambahkan bahwa Sainz mulai menemukan kepercayaan diri kembali setelah mengenal mobilnya.

“Carlos mulai menemukan keyakinan, mengenal mobil makin baik dan mengemudi dengan lebih baik di awal musim. Pace balapannya sangat bagus dan kami tahu bahwa jika dia langsung melewati Fernando Alonso, dia dapat bertarung,” ujarnya.

“Sungguh disayangkan karena kami mungkin memiliki sedikit lagi hari ini, tapi selisih 0,1 atau 0,2 tidak cukup untuk menyalip. Mungkin dia membayar atas (kesalahan) dalam kualifikasi kemarin dan ini menunjukkan bahwa Anda perlu akhir pekan sempurna untuk menang.

“Dalam balapan, dia bagus dan menjaga pace lalu menyerang Max setelah restart. Kemudian, dia tidak mendorong, tertahan di belakangnya dan menunggu dua lap terakhir. Sungguh disayangkan, dia membuat kesalahan kecil pada hairpin yang membuatnya kehilangan dua sinyal berguna, tapi dia sangat dekat. Hari di mana dia menang akan datang.”

Binotto mewaspadai kebangkitan Red Bull Racing. Ia penasaran dengan upgrade yang akan dibawa tim tersebut di Silverstone.

“Saya mengharapkan Red Bull membawa pengembangan besar-besaran di Silverstone, setidaknya itu saya bayangkan dan kami harus mencari tahu apa yang akan kami lakukan, tapi kami akan menilainya di trek,” Binotto menandaskan.

Max Verstappen, Red Bull Racing, posisi pertama, Carlos Sainz, Ferrari, posisi kedua, saling mengucapkan selamat di Parc Ferme

Max Verstappen, Red Bull Racing, posisi pertama, Carlos Sainz, Ferrari, posisi kedua, saling mengucapkan selamat di Parc Ferme

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published.