breaking news

Tekad Kebangkitan Madura United Dihantui Kutukan Persebaya

May 25th, 2018 | by bento bento
Tekad Kebangkitan Madura United Dihantui Kutukan Persebaya
Sport
0

Skuat Madura United dihantui kutukan jelang duel melawan Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Pamekasan, Jumat, 25 Mei 2018. Maklum, tim berjuluk Laskar Sape Kerrab itu tak pernah bisa menang dalam duel bertajuk Derby Suramadu itu.

Sebelum kompetisi Liga 1 bergulir, keduanya sudah pernah bentrok di dua ajang pramusim berbeda yaitu Piala Presiden dan Piala Gubernur Kaltim. Hasilnya, Madura United selalu kalah ketika masih dibesut pelatih Gomes de Olivera.

Pertemuan pertama terjadi pada babak penyisihan grup Piala Presiden 2018. Saat itu Persebaya menang dengan skor tipis 1-0 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya. Di laga itu, Madura United terkesan main-main karena sudah pasti lolos dari fase grup.

Namun di pertemuan kedua di kandang netral, yaitu Stadion Batakan Balikpapan di penyisihan grup Piala Gubernur Kaltim II 2018, Madura United yang butuh kemenangan untuk lolos ternyata juga kalah lewat adu penalti, 5-4.

Menghadapi rekor buruk itu, Pelatih Madura United, Milomir Seslija, berambisi mengakhirinya.

“Ini waktunya untuk mengganti tradisi kekalahan itu dengan kemenangan. Jika itu yang terjadi, akan sangat baik bagi kami,” kata pelatih yang akrab disapa Milo tersebut.

Bukan hanya menghapus kutukan Persebaya. Misi lain Madura United adalah menjaga rekor kemenangan di kandang sendiri. Dari empat laga kandang, Madura United selalu meraup poin penuh. Terakhir, menekuk Persib Bandung 2-1.

Masalahnya, mental pemain Madura United sedang limbung usai menelan kekalahan terbesar di Liga 1 pekan lalu, saat digulung tuan rumah Persipura enam gol tanpa balas.

“Madura United akan bangkit dari kekalahan sebelumnya untuk menjadi yang terbaik. Kami harus optimistis bisa memenangi laga. Semangat bertanding akan ada dan saya sangat yakin dengan kemampuan tim ini,” tegas Milo.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *