breaking news

Rupiah Melemah, BPS: Inflasi Akibat Impor Pangan Belum Terlihat

May 2nd, 2018 | by bento bento
Rupiah Melemah, BPS: Inflasi Akibat Impor Pangan Belum Terlihat
Business
0

– Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Yunita Rusanti mengatakan pengaruh pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kepada produk-produk pangan impor masih kecil. Ia mencontohkan kenaikan harga bahan pangan impor seperti kedelai, terigu, jagung belum mempengaruhi laju inflasi.

“Pada paket komoditas Indeks Harga Konsumen memang masih kecil kalau untuk bahan pangan kedelai, terigu, jagung, itu masih kecil pengaruhnya,” ujar Yunita saat jumpa pers di Jakarta, Rabu, 2 Mei 2018.

Baca: Rupiah Diprediksi Melemah hingga Rp 14.000 per dolar AS

Sementara itu, kata Yunita, pengaruh pelemahan rupiah terhadap produk impor nonpangan masih belum terlihat. “Karena memang nilai tukar cenderung turun walau beberapa poin, jadi tidak terlalu mengkhawatirkan seperti isu yang berkembang bisa sampai Rp 14.000,” ucapnya.

Berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia, nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS pada Rabu kembali melemah menjadi Rp 13.936 per dolar AS dibandingkan Senin lalu yang sempat menguat Rp 13.877 per dolar AS.

Laju inflasi April 2018 tercatat 0,1 persen, sedikit tinggi dibandingkan tahun sebelumnya 0,09 persen dan juga dibandingkan April 2016 yang mengalami deflasi 0,45 persen.

Pada April, kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks yaitu kelompok bahan makanan sebesar 0,26 persen. Komoditas yang mengalami penurunan harga, antara lain beras, ikan segar, cabai merah, bayam, kangkung, buah melon, dan cabai rawit.

Sementara itu, sebagian besar indeks kelompok pengeluaran dimana kenaikan tertinggi di kelompok sandang yaitu 0,29 persen, kemudian kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,24 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,16 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,22 persen, kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 0,04 persen, dan kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan 0,19 persen.

Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga pada April 2018, antara lain bawang merah dan daging ayam ras. Selain itu bensin, tarif kontrak rumah, telur ayam ras, tomat sayur, jeruk, pisang, rokok kretek filter, dan emas perhiasan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *