Read Time:2 Minute, 21 Second

Piastri akan lakoni debut Formula 1 2023 bersama McLaren. Kepindahannya sempat jadi berita panas, sampai saga kontraknya harus diselesaikan dalam sidang Contract Recognition Board (CRB) awal bulan ini.

Tumbuh besar melalui pembinaan Alpine Academy, Horner menilai ada sesuatu yang tak beres, kenapa talenta seperti Piastri tidak mendapat jaminan kursi balap F1 dengan Alpine.

Mengaku sulit untuk komentari situasi Piastri, tetapi Horner berpendapat bahwa hal seperti itu takkan terjadi, jika sang pembalap Australia berada di bawah sayap Red Bull.

“Dia mengemudi untuk tim Arden di Formula 4 dan Formula Renault, dan jelas merupakan bakat yang signifikan,” kata Horner dalam siniar Beyond the Grid.

“Ada kesempatan bagi Red Bull untuk melihatnya saat itu, dan kami tidak mengambil opsi itu, yang merupakan sesuatu yang saya sesali. Tapi apa yang dia capai sangat fenomenal, di Formula 3 dan Formula 2.

“Sekarang jika dia menjadi pembalap di sini, tidak mungkin dia tidak terkunci selama beberapa waktu. Seperti yang saya katakan, saya bukan salah satu pihak, sulit untuk menilai apa yang dijanjikan atau diingkari atau sebagainya.

“Tapi yang pasti, itu di luar dugaan, mungkin dari beberapa area.”

Team Principal Red Bull Racing, Christian Horner

Arden, tim yang dibela Piastri, didirikan oleh Horner saat juara F3 2020 dan F2 2021 itu berkompetisi di F4 Inggris dan Formula Renault Eurocup musim 2017 serta 2018.

Piastri kemudian bergabung dengan akademi Renault (sekarang mengusung nama Alpine Academy) pada awal 2020 lalu.

Horner lalu mengatakan, dampak dari keputusan Fernando Alonso yang meninggalkan Alpine untuk Aston Martin pada 2023 telah menciptakan riak dalam peta kursi pembalap F1 musim depan.

Usai kehilangan Piastri, Alpine kemudian mengalihkan perhatian kepada mengontrak pembalap AlphaTauri, Pierre Gasly.

Namun, Red Bull hanya akan setuju melepas Gasly jika sudah ada penggantinya. Rencana menggaet Colton Herta dari IndyCar terhalang setelah FIA menolak memberikan pengecualian dalam hal Super Licence.

Walau begitu, Nyck de Vries kini menjelma sebagai kandidat utama. Juara Formula E musim 2020-2021 itu bahkan akan ambil bagian dalam private test Alpine di Hungaroring, Kamis (22/9/2022) besok.

Disinggung mengapa Red Bull tidak mempromosikan salah satu anggota dari Red Bull Junior Team untuk promosi ke F1 2023, Horner menyebut program pembinaan masih dalam kondisi yang baik.

“Kami terus berinvestasi pada pembalap muda. Kami memiliki beberapa pembalap muda hebat dalam program ini, mulai dari gokart dan melangkah ke Formula 4 sekarang, ke atas,” tuturnya.

“Saya kira itu adalah sesuatu yang telah dilakukan Red Bull dengan sangat baik, memberi anak-anak ini kesempatan, berinvestasi pada talenta muda, dan memberi kesempatan yang tidak akan mereka miliki.

“Isack Hadjar di Formula 3 tahun ini menjalani musim debut yang hebat. Saya pikir (Ayumu) Iwasa di Formula 2 telah menjadi pembalap yang menonjol bagi saya.

“Liam Lawson mengalami tahun yang sulit, tetapi dia berhasil bangkit. Dennis Hauger sedikit mengecewakan di Formula 2 setelah tahun yang begitu dominan di Formula 3. Tetapi sekali lagi, seberapa banyak dia dan berapa banyak peralatannya?”

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published.