breaking news

Menko Darmin Cuhat Genjot Ekonomi RI Perlu Perjuangan

May 8th, 2018 | by bento bento
Menko Darmin Cuhat Genjot Ekonomi RI Perlu Perjuangan
Business
0

Badan Pusat Statistik telah mengumumkan angka pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2018 sebesar 5,06 persen. Angka itu memang lebih tinggi dibanding periode yang sama pada tahun lalu, namun masih jauh dari target APBN 2018 sebesar 5,4 persen.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution pun mengakui untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi yang telah ditetapkan dalam APBN sebesar 5,4 itu butuh perjuangan. Hal itu diungkapkan Darmin saat ditanya apakah Pemerintah masih optimis mencapai target tersebut.

“Itu memang perlu perjuangan,” kata Darmin di kantornya, Senin Malam 7 Mei 2018.

Mantan Gubernur BI ini pun mengakui pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2018 tidak terlalu bagus jika dibandingkan dengan target yang ditetapkan dalam APBN.

“Tetapi jangan lupa kuartal I itu kecenderungannya sedikit rendah dibanding kuartal-kuartal sesudahnya,” ujar dia.

Ia melanjutkan, pihaknya beberapa waktu lalu sudah mengungkapkan bahwa musim panen RI pada tahun ini bergeser di April. Hal inilah yang menurutnya mengurangi kecepatan pertumbuhan pada kuartal I 2018.

“Kalau dilihat pertumbuhan sektor pertanian lebih rinci, itu kelompok pangan negatif di kuartal I, terutama pangan lah,” ujarnya.

Menteri Kordinator Perekonomian, Darmin Nasution

Menko Bidang Perekonomian Darmin Nasution

Konsumsi tetap stagnan

Darmin juga mengakui pertumbuhan konsumsi pada kuartal I tahun ini cenderung stagnan. Tren ini sudah terjadi dalam beberapa tahun terakhir.

“Konsumsi sudah sekian tahun itu 4,95 persen. Itu memang ya itu levelnya sekitar itu, jangan mengharapkan lagi seperti 2010 dan 2011,” kata dia.

Dikatakannya, tren pertumbuhan konsumsi yang sulit mencapai angka 7 persen seperti tahun 2011-an bukan hanya disebabkan oleh tingkat ekonomi Indonesia.

“Tapi juga kebiasaan orang dan masyarakat untuk mulai agak nahan konsumsinya sepeti 5,6,7 tahun lalu. Itu karena dia mau jalan-jalan, pertumbuhan konsumsi secara reguler tidak setinggi 5 tahun lalu,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *