breaking news

Inspirasi Budaya Dunia dari 10 Desainer Indonesia

May 24th, 2018 | by bento bento
Inspirasi Budaya Dunia dari 10 Desainer Indonesia
Fashion
0

JAKARTA – Sepuluh desainer berkolaborasi dengan Central Department Store memperkenalkan koleksi busana muslim di Central Department Store, Grand Indonesia.

Ke-10 desainer tersebut yakni Agnala, Cultura by Maulana, Diniira, Eri, Kami, Khanaan, La Perle, Opi Bachtiar, Poppy Theodorin, dan Vivi Zubedi. Koleksi ke-10 desainer tersebut tidak hanya untuk wanita.

Desainer Opi Bachtiar dan Eri juga merilis koleksi untuk pria. Agnala mempersembahkan Allegra (Nuansa Kebahagiaan) sebagai tema koleksi busana Lebaran 2018. Ketiga desainer dari label Agnala, yaitu Tessa Fedilla, Sonang Nadia, dan Gita Agustina, mengambil tema tersebut yang merupakan cerminan perasaan bahagia yang muncul pada bulan penuh berkah dan kebahagiaan serta rasa syukur yang tecermin saat periode Lebaran.

Agnala menghadirkan 15 tampilan busana hari raya dengan dominasi warna pastel lembut, seperti hijau sage, putih lembut, biru muda, hazelnut , serta pink blush yang terbuat dari material istimewa seperti lace , renda, jacquard , dan satin.

Selanjutnya, koleksi Cultura by Maulana memperkenalkan koleksi bergaya era 80- an. Direktur kreatif Cultura by Maulana, Yusak Maulana, meluncurkan seri koleksi bertema Uneven untuk musim gugur 2018/2019. Koleksi Cultura merupakan busana basic siap pakai untuk pria yang terinspirasi dari gaya kasual dan preppy ala 80-an.

Potongan busana oversized dengan proporsi tidak seimbang dilengkapi detail blok warna serta tabrak motif mulai batik hingga garis yang terbuat dari material bahan batik abstrak, katun, dan flannel, linen, serta kaus. Koleksi tersebut didominasi warna terang serta hitam dan putih.

Lalu, koleksi Diniira terinspirasi Skotlandia dengan warisan kebudayaan kerajaannya. Desainer Dini Pratiwi Ira menampilkan total 10 set busana , di antaranya tunic, cape, dress with empire waist, mermaid dress, serta kemeja dan celana. Busana yang merepresentasikan keindahan Istana Skotlandia ini hadir dalam palet warna hitam, broken white, hijau, pink, dan abu. Koleksi ini semakin glamor dan elegan dengan cutting baju yang structural dan beberapa memiliki detil payet yang mewah.

Menghadirkan koleksi yang dieksplorasi dari uniknya kebudayaan kerajaan, koleksi Diniira juga memiliki detail pada lengannya, seperti puff sleeves dan peasant sleeve . Sementara desainer Eri Dani untuk labelnya, ERI, menghadirkan lima tampilan gaya busana Lebaran bertema Sanctum yang terinspirasi dari kesakralan sebuah tempat yang bisa memengaruhi emosi seseorang.

Potongan busana bervolume mencerminkan energi dan kecantikan. Eri Dani menghadirkan koleksi warna busana yang didominasi putih, hitam, beige , dan merah marun, serta siluet gaya elegan yang akan nyaman dikenakan berhari raya serta dikagumi.

Eri menghadirkan tiga koleksi yang melengkapi koleksi wanitanya dengan tema Solemn untuk koleksi pria. Sang desainer mengangkat tema Solemn yang mencerminkan keseriusan dalam berdoa, yang juga mampu membentengi diri serta menyeimbangkan jiwa.

Koleksinya mengedepankan kenyamanan dengan menggunakan material bahan sebagian besar dari katun dengan warna seperti abu, hitam, broken white, dan beige sehingga cocok untuk beribadah serta bersilaturahmi saat hari raya. Selanjutnya, KAMI yang sebelumnya dikenal dengan KAMIIDEA menghadirkan koleksi eksklusif Ramadan bertema Promenade .

Koleksi Promenade terinspirasi dari Jepang pada awal abad ke-20 ketika di Jepang sedang terjadi restorasi Meiji. Saat itu Jepang mulai terbuka dan menerima kebudayaan dari Barat sehingga terjadilah asimilasi antara kebudayaan Timur dan Barat.

Ketiga desainer KAMI, yakni Istafiana Candarini, Nadya Karina, dan Afina Candarini, mengombinasikan detail embellishment yang apik dengan renda untuk memberikan sentuhan baru pada kain linen berwarna natural dan navy, memberikan statement tersendiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *