breaking news

Bhayangkara Siap Jadi Mimpi Buruk Sriwijaya FC

May 10th, 2018 | by bento bento
Bhayangkara Siap Jadi Mimpi Buruk Sriwijaya FC
Sport
0

Juara Liga 1 musim lalu, Bhayangkara FC akan melakoni laga berat ketika bertandang ke markas Sriwijaya FC, Stadion Jakabaring Palembang, Sabtu 12 Mei 2018. Laga peka 8 ini menjadi tantangan bagi skuat asuhan Simon McMenemy itu.

Demi mempersiapkan laga yang sebaik mungkin, Bhayangkara terus berbenah. Salah satunya lewat latihan yang terus dilakukan di Stadion PTIK.

Sejauh ini, penampilan skuat berjuluk The Guardians itu memang belum cemerlang. Dari tujuh laga, Bhayangkara hanya meraih dua kali kemenangan, tiga kali seri dan dua kali kalah dengan raihan sembilan poin.

Atas kondisi ini, Simon angkat bicara. Tak dipungkiri, usai ditinggal Evan Dimas Darmono dan Ilham Udin Armaiyn, Bhayangkara harus menjalani masa transisi lagi.

“Kami dalam masa transisi, setelah hilang beberapa pemain musim kemarin. Ada beberapa pemain baru dan itu butuh penyesuaian kembali,” ujar McMenemy kepada VIVA.

McMenemy menuturkan, selaku pelatih, dia ingin menerapkan sistem permainan seperti musim lalu. Hanya saja dengan beberapa komposisi baru ada sedikit perubahan.

“Saya maunya anak-anak bermain seperti sistem kemarin. Karena ada perombakan, ada sedikit perubahan,” ungkapnya.

McMenemy menegaskan, meski Sriwijaya FC bertabur pemain bintang, bukan berarti nyali Bhayangkara ciut untuk menghadapi skuat asuhan Rahmad Darmawan. Sriwijaya dinilai baru menunjukkan kualitas ketika mengalahkan Bali United di Stadion Kapten I Wayan Dipta, 5 Mei 2018 lalu.

“Memang mereka bertabur pemain bintang. Namun, mereka baru bermain bagus di laga tandang akhir ini kalahkan Bali,” tegasnya.

McMenemy juga menuturkan, dalam beberapa pertemuan, Bhayangkara juga pernah mengalahkan Sriwijaya. Namun pemain bintang dari Sriwijaya tetap harus diwaspadai.

“Ingat, kami juga pernah menang di kandang mereka. Kami harus berhati-hati, dan menghentikan semua pemain bintang Sriwijaya,” ucap McMenemy.

Oleh sebab itu, McMenemy meminta anak asuhnya bermain dengan sangat baik. Laga krusial harus dilakukan dengan sepenuh hati.

“Saya ingin anak-anak bermain dengan hati mereka. Apapun jika itu dilakukan dengan hati yang senang, maka akan mendapatkan hasil maksimal,” tuturnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *