Read Time:2 Minute, 5 Second

Kendati tidak mampu bersaing memperebutkan kemenangan pada F1 GP Italia di Sirkuit Monza, Mercedes F1 W13 geberan Lewis Hamilton dan George Russell mampu beberapa lap memimpin lomba di Belanda dan Hungaria.

Karena sirkuit jalan raya Marina Bay, tuan rumah GP Singapura, membutuhkan set-up gaya tekan (downforce) tinggi yang serupa dengan Zandvoort (Belanda) dan Hungaroring (Hungaria), skuad asal Brackley, Inggris, tersebut berharap lintasan sempit trek di Negeri Singa itu menguntungkan mereka.

“Jika melihat ke belakang dan mempelajari selama turun musim ini, kami bisa memperkirakan Singapura bakal mirip dengan apa yang kami lihat di Budapest dan Zandvoort,” ujar Direktur Teknis Mercedes Mike Elliot.

Jody Egginton, Direktur Teknis AlphaTauri, Pierre Wache, Direktur Teknis Red Bull Racing, dan Mike Elliott, Direktur Teknologi Mercedes AMG, saat sesi jumpa pers F1 GP Spanyol 2022.

Jody Egginton, Direktur Teknis AlphaTauri, Pierre Wache, Direktur Teknis Red Bull Racing, dan Mike Elliott, Direktur Teknologi Mercedes AMG, saat sesi jumpa pers F1 GP Spanyol 2022.

Foto oleh: FIA Pool

Sirkuit Marina Bay akan menggelar putaran ke-17 Kejuaraan Dunia F1 2022, GP Singapura, pada 30 September – 2 Oktober.

Elliot menilai, karena basisnya jalan raya, Marina Bay akan memiliki tantangan sendiri. Mulai permukaan lintasan yang tidak rata alias bumpy sampai tikungan-tikungan yang memiliki karakteristik tersendiri.

“Kami rasa kondisi tersebut akan sedikit menguntungkan bagi mobil kami. Jadi, kami berharap mampu menuai hasil bagus di sana,” tutur Elliot.

“Seperti biasa, kami akan melakukan semua pekerjaan pra-simulasi yang diperlukan untuk memaksimalkan apa yang bisa kami pelajari dari sesi-sesi latihan bebas. Kami berharap mampu mengubah semua itu untuk mendapatkan hasil bagus pada akhir pekan nanti,” ucap Elliot.

Marina Bay sudah 12 kali menjadi tuan rumah F1 GP Singapura sejak 2008. GP Singapura terakhir digelar pada 2019. Pandemi Covid-19 membuat GP Singapura batal digelar pada 2020 dan 2021.

Sejak era mesin turbo hybrid dipakai di F1 mulai 2014, Mercedes berhasil memenangi empat GP Singapura dengan Hamilton mampu merebut tiga di antaranya (2014, 2017, 2018).

Nico Rosberg mencetak satu kemenangan Mercedes lainnya di GP Singapura, dalam upayanya merebut gelar juara dunia F1 pada 2016.

Kemenangan Hamilton di GP Singapura 2018 menjadi catatan tersendiri karena sehari sebelumnya merebut pole position, yang dilukiskan pembalap Inggris itu sebagai yang terbaik dalam kariernya.

Silver Arrows memang belum memenangi balapan F1 dari 16 race yang sudah digelar pada 2022. Menjelang GP Singapura, mereka berada di peringkat ketiga kejuaraan konstruktor dengan hasil finis terbaik tiga kali podium kedua.

Kendati dari sisi kecepatan masih tertinggal dari Red Bull Racing RB18 dan Ferrari F1-75, Mercedes W13 terkenal karena keandalan (reliability) dibanding kedua rivalnya. Tak heran bila mereka hanya tertinggal 35 poin dari Ferrari di peringkat kedua, yang sudah tiga kali menang musim ini.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published.